*SAYYIDUL ISTIGHFAR, PENGHULU UCAPAN ISTIGHFAR* 

Oleh : _Ustadz Idral Harits hafidzahullah_

Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam kepada kita untuk kita baca sebagai pernyataan dan pengakuan bahwa kita salah dan berdosa adalah bacaan Sayyidul Istighfar. Rangkaian doa yang ada di dalam hadits ini sarat dengan makna dan hikmah yang agung, maka kita tidak hanya harus menghafalnya, tetapi juga memahami dan meyakini kandungan isinya.
_Sayyidul Istighfar adalah seorang hamba mengucapkan,_
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
*‘Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku di atas ketetapan dan janji-Mu selama aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa-apa yang telah aku perbuat. Aku kembali kepada-Mu mengakui semua nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui pula semua dosaku, maka berilah ampunan untukku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau.’*
_Siapa yang mengucapkannya *pada siang hari dalam keadaan meyakininya, lalu mati pada hari itu sebelum masuk sore hari, dia termasuk ahli jannah (penduduk surga). Dan siapa yang mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu mati sebelum pagi, niscaya dia termasuk ahli jannah*.”[2]_
Alangkah indah dan agungnya doa ini. Alangkah mendesaknya hajat kita kepada permohonan ampun dan tobat yang benar kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Marilah kita telusuri kandungannya, dari uraian sebagian ulama kita yang menjelaskannya dalam buku-buku mereka.
Wallahul Muwaffiq.
Bacaan ini dinamakan *sayyidul istighfar* sudah tentu karena keutamaan dan kemuliaannya. Betapa tidak?
*Doa ini sarat dengan makna-makna tobat sehingga diistilahkan sebagai sayyid yang asalnya adalah pemuka dan rujukan semua persoalan. Seakan-akan semua ungkapan tobat dan permintaan ampunan kembali kepada lafadz-lafadz yang tertuang dalam doa yang agung ini.*
Di dalam kalimat-kalimatnya tersirat zikir, menyebut-nyebut dan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dengan sifat-sifat-Nya yang Mahasempurna.
Tersirat pula di dalamnya pernyataan *betapa rendah dan kurang serta lemahnya orang yang sedang memohon ampunan itu.* Ini semua adalah puncak rasa *tunduk dan hina* hamba itu di hadapan Rabbnya.
Baca selengkapnya di: http://qonitah.com/sayyidul-istighfar-penghulu-ucapan-istighfar/
—————————————–

Dipublikasi oleh:

Talim Rutin Banjarmangu

Channel telegram: http://tlgrm.me/yuktalim

Blog: https://islambanjarmangu.wordpress.com

Web: http://radiotarbiyah.com  

*COPY PASTE DAN SHARE, IN SYAA ALLAH BERPAHALA*

Advertisements