Kisah Sepotong Baju dan Tiga Butir Kurma

KISAH MENGHARUKAN

ﻗﺼـــﺔ ﻳﺴﻮﻗﻬــﺎ ﺍﻟﺸﻴــﺦ ﺑــﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴـﻦ ﺭﺣﻤـــﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓــﻲ ﺷـــﺮﺡ
ﻋﻘﻴـــﺪﺓ ﺃﻫــﻞ ﺍﻟﺴﻨـــﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋـــﺔ :
] … ﻭﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ : ” ﻛﻞ ﺍﻣﺮﺉ ﻓﻲ ﻇﻞ ﺻﺪﻗﺘﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ” .
ﻭﺣﺪﺛﻨﻲ ﻣﻦ ﺃﺛﻖ ﺑﻪ ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﻛﺎﻥ ﻳﻤﻨﻊ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﺃﻥ ﺗﺘﺼﺪﻕ ﻋﻠﻰ ﺃﻱ
ﻣﺴﻜﻴﻦ ﻳﻄﺮﻕ ﺍﻟﺒﺎﺏ !
ﻓﻄﺮﻕ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﻣﺴﻜﻴﻦ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ، ﻭﻗﺎﻝ : ﺇﻧﻪ ﻋﺎﺭٍ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺛﻴﺎﺏ ،
ﺗﻘﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺮﺩ ، ﻓﺮﻗﺖ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻟﺤﺎﻟﻪ ، – ﻛﻤﺎ ﺭﻕ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ – ،
ﻭﺃﻋﻄﺘﻪ ﻛﺴﺎﺀ ﻭﺛﻼﺙ ﺗﻤﺮﺍﺕ ، ﻭﻛﺎﻥ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻧﺎﺋﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ،
ﻓﺮﺃﻯ ﺃﻥ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻗﺪ ﻗﺎﻣﺖ ، ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﻣﻮﺝ ﻋﻈﻴﻢ ، ﻭﺣﺮ
ﺷﺪﻳﺪ ، ﻭﺷﻤﺲ ﻣﺤﺮﻗﺔ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺑﻜﺴﺎﺀ ﻳﻌﻠﻮ ﺭﺃﺳﻪ ، ﻭﻓﻴﻪ ﺛﻼﺛﺔ
ﺧﺮﻭﻕ ، ﻓﺮﺃﻯ ﺛﻼﺙ ﺗﻤﺮﺍﺕ ﺟﺎﺀﺕ ﻭﺳﺪﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺨﺮﻭﻕ ، ﻓﺘﻌﺠﺐ ﻭﺍﻧﺘﺒﻪ
ﻣﻦ ﻧﻮﻣﻪ ﻣﺬﻋﻮﺭﺍ ! ،
ﻭﻗﺺ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺅﻳﺎ ، ﻓﻔﻬﻤﺖ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺅﻳﺎ ﺳﺒﺐ
ﺍﻟﻜﺴﺎﺀ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺼﺪﻗﺖ ﺑﻪ ﻭﺍﻟﺘﻤﺮﺍﺕ ،
ﻓﻘﺎﻟﺖ ﻟﻪ : ﺣﺪﺙ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ،
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ : ﻻ ﺗﺮﺩﻱ ﻣﺴﻜﻴﻨﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻴﻮﻡ ،
ﻓﻬﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻧﺒﻬﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺼﺪﺍﻕ ﻟﺤﺪﻳﺚ : ” ﻛﻞ ﺍﻣﺮﺉ
ﻓﻲ ﻇﻞ ﺻﺪﻗﺘﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ” [
ﺍﻟﻤﺮﺟـــﻊ/ ﺇﺗﺤﺎﻑ ﺍﻟﺨﻼﻥ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺑﻔﻮﺍﺋﺪ ﺷﺮﺡ ﻋﻘﻴﺪﺓ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ
ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻟﻠﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ

(Kisah ini dikisahkan oleh syaikh utsaimin dalam penjelasan Aqidah Ahlissunah wal Jama’ah):
“Datang sebuah hadits : Setiap hamba berada dalam NAUNGAN shodaqohnya pada hari Qiyamat ” .

Syaikh berkata : “Telah menceritakan kepadaku orang yang aku percaya.

Ada seseorang yang melarang istrinya untuk bersedekah kepada kaum fakir miskin yang mengetuk pintunya …

Datanglah suatu hari si MISKIN mengetuk pintu rumahnya dalam keadaan telanjang tak berbaju yang menahannya dari hawa dingin .

Maka istrinya merasa terharu dengan keadaan si MISKIN ini sebagaimana terharunya ABU HUROIROH .

Maka sang ISTRI memberinya pakaian dan tiga buah kurma.

Saat itu suaminya sedang istirahat di masjid tertidur, maka dia melihat dalam mimpinya: ” Hari qiyamat telah tiba, sementara manusia sedang berada di tengah ombak yang besar, dan panas yang terik matahari yang membakar …

Tiba² ada sebuah baju yang menaungi di atas kepalanya padanya ada tiga lobang maka ia melihat ada tiga buah korma datang menutup tiga lobang itu” .

Maka terheran² lah lelaki itu dengan mimpinya dan terjaga dari tidurnya.

Maka ia kisahkan mimpinya ini kepada istrinya, istrinya memahami mimpi suaminya …

Mimpi suaminya ini adalah sebab pakaian yang ia shodaqohkan dan tiga buah kurma itu.

Maka sang istri berkata: “Telah terjadi begini begitu (menceritakan kisah sedekahnya pada si MISKIN) …”.

SANG SUAMI BERKATA: “Setelah hari ini jangan kau tolak untuk bersedekah pada orang miskin …”

Lelaki ini Alloh ingatkan dan ini adalah kebenaran dari hadits “Setiap hamba berada dalam naungan shodaqohnya pada hari qiyamat” .

Sumber:
ITihaful Kholan wal jama’ah bifawaaidi syarh aqidah Ahli Sunah wal jama’ah Syaikh Ibnu Utsaimin.

Alih bahasa :
Abul Hasan Al Wonogiri .
.WA TIC (tholibul ilmi cikarang)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
إتباع السنة

♨ ittibaus-sunnah.net
—————————————–
Dipublikasi ulang oleh:
Talim Rutin Banjarmangu
Channel telegram: http://tlgrm.me/yuktalim
Blog: https://islambanjarmangu.wordpress.com
Web: radiotarbiyah.com

Advertisements