๐Ÿš‡HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN HUTANG PUASA HINGGA TIBA RAMADHAN TAHUN BERIKUTNYA

๐Ÿ…พ Pertanyaan :

Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodhoโ€™ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?

โœ Jawab :

Sesungguhnya Allah berfirman dalam Al-Qur`anul Karim :

(( ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู , ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุฑููŠู’ุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู„ู‰ ุณูŽููŽุฑู ููŽุนูุฏูŽู‘ุฉู ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ ))

โ€œBarangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.โ€ [Al Baqorah : 185.]

Sehingga seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika ada alasan syarโ€™i, kemudian ia berkewajiban untuk menggantinya pada hari-hari lain, serta tidak menundanya sampai datang bulan Ramadhan berikutnya, dengan dasar ucapan โ€˜Aisyah Radhiyallah โ€˜anha (istri Rasulullah), ia berkata :

ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ุชูŽุทููŠู’ุนู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุถููŠูŽู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ูููŠ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ .

”Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodhoโ€™nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Syaโ€™ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Syaโ€™ban berikutnya)” [HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodhoโ€™ Puasa, no.1950]

โ€˜Aisyah Radhiyallahu โ€˜anha tidak sempat mengqodhoโ€™ puasanya hingga tiba bulan Syaโ€™ban (berikutnya) karena keadaan beliau di sisi Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam .

Adapun perkataan Aisyah : โ€œdan tidaklah aku sempat mengqodhoโ€™nya kecuali setelah sampai bulan Syaโ€™banโ€, adalah dalil wajibnya mengqodhoโ€™ puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.

โ˜๏ธ๐Ÿผ๏ธNamun apabila qodhoโ€™nya diakhirkan/ditunda-tunda hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya maka ia berkewajiban untuk beristighfar dan meminta ampun kepada Allah, serta menyesal dan mencela perbuatannya menunda-nunda qodhoโ€™ puasa. Namun ia tetap berkewajiban mengqodhoโ€™ puasanya yang ia tinggalkan, karena kewajiban mengqodhoโ€™ tidak gugur dengan sebab diakhirkan/ditunda.
โ—๏ธMaka ia tetap wajib menggantinya walaupun setelah bulan Ramadhan tahun berikutnya, Wallahulย  Muwaffiq.

โ˜„Fatawa Arkanul Islam oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€™Utsaimin, halaman 489, pertanyaan yang ke โ€“ 439.

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข
Sumber: http://bit.ly/1XmyfzT
ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€
๐Ÿ” ู…ุฌู…ูˆุนู€ู€ู€ู€ู€ุฉ ุชูˆุฒูŠุน ุงู„ูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูˆุงุฆุฏ
ู‚ู†ุงุชู†ุง ููŠ ุจุฑู†ุงู…ู€ู€ู€ุฌ [ุชูŠู„ูŠุฌู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑุงู…]
ู„ู„ุฅุดุชุฑุงูƒ : ุงูุชุญ ุงู„ุฑุงุจุท ูˆุงุถุบุท ุนู„ู‰ ุฅุดุชุฑุงูƒ๐Ÿ‘‡

Advertisements